Senin, 07 April 2014

"SURAT Khalifah 'UMAR IBN AL-KHATTAB Radhiyallohu 'anhu KEPADA Sungai NIL "

Pada suatu saat, Sungai Nil pernah kering tidak mengalir air, maka penduduk Mesir mendatangi 'Amr ibn al-Ash radiallahu 'anhu seraya mengatakan, "Wahai Amir (Pemimpin), Sungai Nil kita ini memiliki suatu musim untuk tidak mengalir kecuali dengan TUMBAL." 'Amr radiallahu 'anhu bertanya, "Tumbal apa itu?" Mereka menjawab, "Pada tanggal 12 di bulan seperti ini, Biasanya kami mencari gadis perawan, lalu kita merayu orang tuanya dan memberinya perhiasan dan pakaian yang mewah, kemudian kita lemparkan dia ke Sungai Nil ini." Mendengar hal itu, 'Amr radiallahu 'anhu mengatakan kepada mereka, "Ini tidak boleh dalam agama islam, Islam telah menghapus keyakinan tersebut."

Beberapa bulan mereka menunggu, tetapi Sungai Nil tetap tidak mengalir sehingga hampir saja penduduk setempat nekat untuk memberikan tumbal, Maka 'Amr radiallahu 'anhu menulis surat kepada 'Umar ibn al-Khattab radiallahu 'anhu tentang masalah tersebut. Lalu beliau ('Umar radiallahu 'anhu) menjawab, "Sikapmu sudah benar. Dan bersama ini saya kirimkan secarik kertas dalam suratku ini untuk kamu lemparkan ke Sungai Nil."

Tatkala surat itu sampai, maka 'Amr radiallahu 'anhu mengambilnya, ternyata isi surat tersebut sebagai berikut, "Dari hamba Allah, 'Umar Amirulmukminin kepada Nil, sungai pendududk Mesir. Amma ba'du: Bila kamu mengalir karena perintahmu sendiri maka kamu tidak perlu mengalir karena kami tidak butuh kepadamu, tetapi kalau kamu mengalir karena Allah yang mengalirkanmu maka kami berdoa agar Allah mengalirkanmu.

Setelah surat 'Umar radiallahu 'anhu tadi dilemparkan ke Sungai Nil, maka dalam semalam saja Allah telah mengalirkan Sungai Nil sehingga berketinggian Enam belas hasta!!!"

(Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibn Katsir 7/100)

Kisah ini menunjukkan karamah 'Umar ibn al-Khattab radhiyallahu 'anhu dan juga batilnya ritual-ritual tumbal dan kirim sajen yang merupakan tradisi dan budaya jahiliyah karena semua itu bertentangan ajaran Islam.


بَارَكَ اللَّهُ فِيْك


kutip dari fb kholid attamimmi
 
Foto: # Perjalanan ini....

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.

Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya.

Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea, dengan semangat yang membara.

Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid.

Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.

Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid.

Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.

Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. Dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid. Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.

Semoga Allah Memberi HidayahNya Buat Kita dan Keluarga... Aamiin

# Copas

via https://www.facebook.com/jafarsalihsiregar

-
# Perjalanan ini....

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.
Buktinya banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.

Jangankan sehari lima waktu, bahkan seminggu sekali pun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. karena orang pintarpun sering tidak mampu menemukannya.

Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga kuliah di Universitas Eropa atau Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea, dengan semangat yang membara.

Namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid. Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid.

Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid.

Maka berbahagialah dirimu bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid.

Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.

Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. Dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid. Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.

Semoga Allah Memberi HidayahNya Buat Kita dan Keluarga... Aamiin



-
Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS Al Ahzab: 59)
Mengenakan Jilbab Syar'i itu...

- Menjalankan syi’ar Islam.
- Berniat untuk ibadah.
- Menutup aurat terhadap pria yang bukan mahrom
- Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
- Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.
- Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
- Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
- Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
- Agar kaum wanita menutup auratnya.
- Bukan karena gaya-gayaan.
- Bukan karena mengikut trend.
- Bukan karena berlagak sok suci.
- Lebih baik sok suci dari pada sok zholim .
- Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
- Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.
- Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.
- Saya ingin menjadi wanita solihah.
- Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
- Jilbab adalah pakaian taqwa.
- Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
- Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
- Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
- Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
- Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
- Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.
- Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
- Untuk meninggikan izzah Islam.
- Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
- Jilbab lebih melindungi diri.
- Membuat saya lebih merasa aman.
- Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
- Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
- Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
- Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
- Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
- Menghin dari zina mata dan zina hati.
- Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
- Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
- Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
- Membuat saya lebih bersahaja.
- Membuat saya lebih khusyu’.
- Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
- Membuat saya malu bila berbuat dosa.
- Mendekatkan saya pada Allah.
- Mendekatkan saya pada Rasulullah.
- Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
- Mendekatkan saya pada sesama muslim.
- Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
- Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
- Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
- Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
- Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
- Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
- Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
- Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
- Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
- Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
- Membedakan diri dari penganut agama lain.
- Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
- Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
- Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
- Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
- Membuat saya lebih terlihat anggun.
- Membuat saya terlihat menyenangkan.
- Membuat saya lebih terlihat wanita.
- Tidak terlihat seperti laki-laki.
- Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
- Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
- Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
- Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
- Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
- Jodoh merupakan urusan Allah.
- Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
- Memudahkan saya dalam beraktifitas..
- Membuat lebih mudah bergerak.
- Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh
- Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).
- Saya tidak suka memakai celana jeans.
- Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
- Menghemat waktu dalam berpakaian.
- Menghemat waktu dalam berhias.
- Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
- Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
- Menghemat biaya untuk membeli make up.
- Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
- Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
- Meminimalkan penyakit kanker kulit.
- Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.
- Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.
- Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
- Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
- Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
- Menghindari hidup yang konsumtif.
- Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
- Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
- Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
- Lebih mudah dalam menabung.
- Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
- Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
- Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.
- Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.


Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". (QS Al Ahzab: 59)